PERHITUNGAN BEBAN PENDINGINAN

Melanjutkan postingan sebelumnya, pada postingan kali ini, sebelum saya menghitung kebutuhan daya AC ruangan perkantoran, saya melakukan pengukuran terhadap geometri ruangan, mengidentifikasi kaca, pintu, peralatan, dinding, atap dan lantai-lantai. Tidak lupa estimasikan jumlah penghuni ruangan maksimum. Disamping itu kita perlu menyiapkan thermometer untuk mengukur suhu dalam ruangan dan suhu luar ruangan. Setelah data-data kita dapatkan, selanjutnya kita bisa menggunakan konsep perpindahan panas, baik konduksi, konveksi maupun radiasi untuk mencari total kalor yang masuk ke ruangan. Sehingga dengan diperolehnya total kalor yang masuk ke ruangan, maka kita bisa mengestimasikan kebutuhan daya AC untuk melepaskan kalor tersebut hingga diperoleh suhu ruangan yang dirasakan nyaman oleh penghuninya.

Luas Permukaan Kaca (kaca biasa)

panjang (m)

lebar (m)

luas (m2)

luas total (m2)

Kaca 1

0.53

1.14

0.6042

16,9176

Jumlah

28

Kaca 2

0.44

1.06

0.4664

6,5296

Jumlah

14

Kaca 3

0.2

0.28

0.056

2,352

Jumlah

42

Grand Total

25,7992

Luas Permukaan Pintu (kayu)

Panjang

Lebar

Luas (m2)

luas total

Pintu

0, 81

2,11

1,7091

6,8364

Jumlah

4

Luas Permukaan Dinding Tanpa Kaca Dan Pintu
Luas Permukaan Dinding Dgn Kaca Dan Pintu

187,9956

Luas Permukaan Kaca + Pintu

32,6356

Luas Permukaan Dinding Tanpa Kaca & Pintu

155,36

Luas Lantai Dan Langit-Langit
Panjang = 19, 96 m Lebar = 7,85 m

Luas = 313, 372 m2

PERHITUNGAN KALOR SENSIBLE

Adalah suatu kalor yang berhubungan dengan perubahan temperatur dari udara. Penambahan kalor sensibel (sensible heat gain) adalah kalor sensibel yang secara langsung masuk dan ditambahkan ke dalam ruangan yang dikondisikan melalui konduksi, konveksi atau radiasi. (ASHRAE Handbook : Fundamentals, 1997, SHRAE,Inc.)
DINDING (batu bata)


Luas Permukaan (A) = 155,36 m2
Tebal Dinding = 0,14 m
ΔT = 7 K
λ = 0,8 W/(mK)
h = 7,7 W/(m2K)
Kalor melewati Dinding (Q) = 3567,15 W
LANGIT DAN LANTAI (cor-coran)
Luas Permukaan (A) = 313,372 m2
Tebal = 0,6 m
ΔT = 7 K
λ = 2,1 W/(mK)
h = 7,7 W/(m2K)
Kalor melewati langit & lantai (Q) = 5.278,35 W
PINTU KAYU
Luas Permukaan (A) = 6,84 m2
Tebal = 0,04 m
ΔT = 7 K
λ = 0,15 W/(mK)
h = 7,7 W/(m2K)
Kalor melewati Pintu (Q) = 120,68 W
Konduksi Dan Konveksi Melalui Kalor Kaca Jendela
Luas Permukaan (A) = 25,79 m2
Tebal = 0,005 m
ΔT = 7 K
λ = 0,96 W/(mK)
h = 7,7 W/(m2K)
Kalor melewati Jendela (Q) = 1336,96 W
Radiasi Kalor Melalui Kaca Jendela



Luas Permukaan (A) = 25,79 m2
Luas Permukaan (A) = 277,56 feet2
Sc = 0,59
SHGF = 162 162 Btu/hr ft2
CLF = 0,39
Kalor melewati Jendela (Q) = 10.346,31 Btu/hr
Kalor melewati Jendela (Q) = 3.032,33 W
Total kalor yg melalui kaca jendela = 4369,29 W
MANUSIA
Jumlah Penghuni = 150
jumlah Kalor per orang = 72 W
1 Kalor Manusia (Q) = Jml orang x Jml kalor/orang = 10.800 W
Total Beban Kalor/Pendinginan (Sensibel) (Watt)
Dinding = 3.567,16
Langit Dan Lantai = 5.278,36
Pintu Kayu = 120,68
Kaca Jendela = 4369,29
Manusia = 10.800
Total Beban Pendinginan = 24.135,49 W
Total = 82.350,29 Btu/hr

PERHITUNGAN KALOR LATEN

Adalah suatu kalor yang berhubungan dengan perubahan fasa dari air. Penambahan kalor laten (latent heat gain) terjadi apabila ada penambahan uap air pada ruangan yang dikondisikan, misalnya karena penghuni ruangan atau peralatan yang menghasilkan uap. (ASHRAE Handbook : Fundamentals, 1997, ASHRAE,Inc.)
MANUSIA
Jumlah Penghuni = 150 orang
Jumlah Kalor Per Orang = 45 W
Kalor Manusia (Q) = 6,750 W
LAMPU NEON
Jumlah lampu = 48 buah
Daya Lampu = 36 W
Faktor Kelonggaran (BF) = 1,25
Faktor beban pendingin (CLF) = 0,85
Stroge Factor (SF) = 0,78
Q lampu = 1.432,08 W
Total Beban Kalor/Pendinginan (Laten) (W)
Manusia

=

6.750 W
Lampu Neon

=

1.432,08 W
Total

=

8.182,08 W
Total

=

27.917,26 Btu/hr
TOTAL KALOR
(KALOR SENSIBLE + KALOR LATEN)

=

110.267,55 Btu/hr
Dipasaran Kompresor 1 PK Biasanya diperhitungkan 9000 Btu/hr
Kompresor yang dibutuhkan = 110.267,55 / 9000 = 12 PK

SUMBER